Panen Raya di Gajah Demak, Harga Gabah Tembus Rp7.300/Kg dan Produktivitas Naik
Font Terkecil
Font Terbesar
Minim serangan hama dan cuaca mendukung jadi kunci sukses petani Kecamatan Gajah awali 2026
DEMAK – Petani di Kecamatan Gajah, Demak, menyambut awal tahun 2026 dengan kabar baik. Panen Raya Kuartal I berlangsung dengan kualitas padi meningkat dan harga gabah di tingkat petani tembus *Rp7.300 per kilogram*.
Kecamatan Gajah menjadi wilayah pertama di Demak yang melakukan panen karena jadwal tanam dimulai lebih awal dibanding daerah lain. Kenaikan harga dipicu kualitas gabah yang dinilai lebih berisi dan bersih, sehingga memiliki daya tawar tinggi di tingkat pengepul dan penggilingan.
“Alhamdulillah panen ini hasilnya cukup memuaskan. Untuk harga di tingkat petani Rp7.300 per kg,” kata Sutarno, petani Gajah, saat ditemui.
Selain harga yang tinggi, produktivitas lahan juga naik signifikan. Minimnya serangan hama wereng yang sebelumnya menjadi kendala utama membuat hasil panen melonjak.
Sutarno menyebut, satu bahu lahan kini mampu menghasilkan 5-6 ton gabah. Angka ini naik drastis dibanding musim lalu yang terdampak hama.
“Dulu ada penyakit wereng. Musim ini termasuk bagus. Satu bahu kurang lebih bisa sekitar 5-6 ton,” ujarnya.
Keberhasilan panen juga didukung cuaca yang bersahabat dan ketersediaan pupuk yang relatif aman selama masa tanam. Meski begitu, petani berharap pemerintah tetap mengawasi distribusi sarana produksi pertanian.
Sutarno berharap Pemkab Demak menjamin kecukupan alokasi pupuk dan keandalan sistem irigasi untuk musim tanam berikutnya. Tujuannya agar biaya produksi tetap terkendali.
“Harapan petani pupuk diperbanyak sehingga tidak kekurangan. Ditunjang juga dengan fungisida dan insektisida, sehingga perawatan padi tidak memerlukan biaya lebih banyak,” pungkasnya.( Red )