PEMDES BELIK CABUT DUKUNGAN GALIAN C, WARGA DUSUN KEPETEK PASANG SPANDUK
Font Terkecil
Font Terbesar
PEMALANG - Pemerintah Desa Belik, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang mengambil sikap tegas. Setelah menelaah ulang, Pemdes secara resmi mencabut dukungan terhadap rencana pertambangan batuan Galian C di wilayahnya.
Keputusan itu dituangkan dalam "Surat Pernyataan Kepala Desa Belik" yang dipasang di depan kantor desa pada pekan ini.
Kepala Desa Belik, Nur Ajizah, dalam surat tersebut menyatakan bahwa proses penerbitan dokumen sebelumnya dinilai belum memenuhi tiga aspek penting: legalitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat.
"Pemerintah Desa Belik menyatakan tidak lagi mendukung dan tidak menyetujui rencana maupun pelaksanaan kegiatan pertambangan batuan Galian C di wilayah Desa Belik," tulis poin utama dalam surat pernyataan itu.
Semua Rekomendasi Sebelumnya Dinyatakan Tidak Berlaku,
Lebih lanjut, Pemdes juga menegaskan bahwa segala bentuk surat rekomendasi, persetujuan, maupun keterangan yang pernah diterbitkan sebelumnya tidak lagi dianggap sebagai bentuk dukungan resmi dari pemerintah desa.
Alasan utama pencabutan dukungan ini, menurut surat tersebut, adalah untuk menjaga kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, ketertiban sosial, dan keberlanjutan pembangunan desa.
"Pemerintah Desa Belik juga berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi warga yang menolak tambang dan mengupayakan agar proses perizinan dihentikan sesuai peraturan yang berlaku," lanjut isi surat.
Warga Dusun Kepetek: "Tolak Keras TITIK,
Sikap penolakan dari pemerintah desa ini ternyata sejalan dengan suara warga. Terutama warga Dusun Kepetek yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lokasi yang direncanakan.
Di beberapa titik dusun terpampang spanduk penolakan. Salah satunya bertuliskan tagar, pinggan dengan pernyataan sikap:
"Kami segenap tokoh masyarakat dan pemuda Dusun Kepetek menyatakan menolak keras adanya rencana Galian C di Bukit Derik Dusun Kepetek TITIK!!!"
Spanduk lain berisi ajakan moral: "JANGAN TUKAR KESEJAHTERAAN LELUHUR DENGAN TAMBANG YANG MEMATIKAN".
Bagi warga, Bukit Derik bukan sekadar tanah. Kawasan itu dianggap sebagai bagian dari keseimbangan lingkungan dan sumber kehidupan yang harus dijaga untuk anak cucu.
PT Payung Aji Barokah Diduga Masih Lobi,
Namun penolakan ini belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran warga. Menurut keterangan warga, pihak PT. Payung Aji Barokah yang disebut dalam surat pernyataan, masih terus melakukan pendekatan dan melobi pihak desa agar rencana tambang tersebut bisa berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Payung Aji Barokah terkait kelanjutan rencana pertambangan tersebut.
Dengan dicabutnya dukungan dari Pemdes Belik, bola kini berada di tangan instansi perizinan di tingkat kabupaten dan provinsi. Warga berharap keputusan desa ini dihormati agar konflik tidak berlarut.
Sumber : Pemdes Desa Belik