BREAKING NEWS

Susilo Hadi Prayitno: Pensiun Bukan Akhir, Justru Waktu untuk Keluarga dan Pengabdian


Susilo Hadi Prayitno : Pensiun Bukan Akhir, Justru Waktu untuk Keluarga dan Pengabdian

foto : Susilo Hadi Prayitno,  S.Pd. M.Pd.
PEMALANG - Masa pensiun di usia 60 tahun bagi abdi negara seperti guru dan pegawai pemerintah sebaiknya disambut dengan syukur, bukan kecemasan. Hal itu disampaikan Susilo Hadi Prayitno dalam tulisan opini bertajuk “Fajar Baru Setelah Purnatugas: Pensiun Sebuah Keniscayaan yang Indah." 

Susilo menilai purnatugas merupakan keniscayaan yang wajar setelah puluhan tahun mengabdi. Menurutnya, masa pensiun adalah waktu yang tepat bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dari rutinitas kerja yang melelahkan.

Ia mengajak para pensiunan untuk kembali fokus pada keluarga. Masa ini disebut sebagai momentum emas untuk menenun waktu bersama istri, anak, dan cucu, setelah selama ini waktu sering tersita oleh tuntutan profesi.

Untuk menjaga kesehatan dan produktivitas, Susilo menyarankan kegiatan di sawah atau kebun sebagai bentuk olahraga sekaligus sumber penghasilan tambahan. Aktivitas tersebut dinilai bermanfaat bagi kebugaran fisik lansia sekaligus menjaga produktivitas lahan.

Terkait penurunan pendapatan setelah pensiun, ia mengingatkan bahwa kebutuhan di usia 60 tahun umumnya sudah berkurang. Anak-anak sudah mandiri, cicilan selesai, dan gaya hidup lebih sederhana. Dengan rasa syukur dan aset yang dimiliki, kebutuhan hidup dinilai tetap tercukupi.

Susilo juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu pensiun untuk memperdalam ibadah dan tetap aktif di masyarakat. Ia mendorong para pensiunan terlibat dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun kepengurusan di lingkungan RT/RW dan desa.

“Pensiun hanyalah status administratif di atas kertas, namun pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan adalah tugas seumur hidup,” tulisnya.

Sumber: Opini Susilo Hadi Prayitno, _“Fajar Baru Setelah Purnatugas: Pensiun Sebuah Keniscayaan yang Indah