Program Bimas Islam Mantu di Pemalang, 20 Pasangan Pengantin Terima Buku Nikah dan Bantuan Modal Usaha
Font Terkecil
Font Terbesar
PEMALANG – Kementerian Agama melalui Direktorat Bimas Islam menggelar Program Bimas Islam Mantu di Kabupaten Pemalang, Kamis 25/6/2026. Program ini tidak hanya memfasilitasi pernikahan massal, tetapi juga memberikan bekal ekonomi bagi pasangan pengantin baru.
Sebanyak 20 pasangan pengantin mengikuti akad nikah massal dan menerima buku nikah resmi dari negara pada kesempatan tersebut. Selain legalitas, setiap pasangan juga menerima bantuan modal usaha secara simbolis dari pemerintah.
Hadir Langsung Menag dan Bupati Pemalang,
Program Bimas Islam Mantu dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bersama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Kehadiran dua pimpinan daerah dan pusat itu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan ketahanan keluarga.
Bantuan modal usaha yang diserahkan diharapkan dapat menjadi modal awal bagi pasangan pengantin. Tujuannya agar mereka dapat membangun kehidupan rumah tangga yang lebih mandiri secara ekonomi sejak awal pernikahan.
Legalitas dan Kesejahteraan Diberikan Sejak Awal,
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang menjelaskan, Program Bimas Islam Mantu dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus. Pertama, memastikan seluruh pernikahan tercatat secara sah dan memiliki buku nikah resmi. Kedua, memberikan stimulus ekonomi agar keluarga baru tidak memulai rumah tangga dari titik nol.
“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memfasilitasi legalitas pernikahan, tetapi juga berupaya mendorong kesejahteraan keluarga sejak awal pernikahan,” ujarnya.
Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan pasangan untuk membuka usaha mikro, menambah penghasilan, atau mendukung kebutuhan rumah tangga. Dengan begitu, kemandirian ekonomi keluarga dapat terbangun lebih cepat.
Bimas Islam Dorong Keluarga Tangguh,
Program Bimas Islam Mantu merupakan salah satu strategi Bimas Islam Kemenag untuk menurunkan angka pernikahan tidak tercatat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga prasejahtera.
Dengan menggabungkan layanan administrasi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi, pemerintah berharap dapat mencetak keluarga-keluarga baru yang legal, sejahtera, dan tangguh.
Pemkab Pemalang menyambut baik program tersebut dan berkomitmen untuk bersinergi dalam mendampingi 20 pasangan binaan agar bantuan yang diterima dapat berkembang dan berkelanjutan.
Sumber: : Keterangan panitia Program Bimas Islam Mantu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang.