AS Serang Target Pesisir Iran, Trump Ancam “Republik Islam Iran Tidak Akan Ada Lagi
Font Terkecil
Font Terbesar
WASHINGTON- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target di wilayah pesisir Iran pada Sabtu, 27 Juni 2026. Serangan itu dibalas dengan pernyataan keras Presiden AS Donald Trump yang menyebut “Republik Islam Iran akan tidak ada lagi” jika terus melanggar kesepakatan gencatan senjata. d7ef
Kronologi: Serangan Balasan di Selat Hormuz.
Menurut Komando Pusat AS CENTCOM, eskalasi berawal dari serangan drone Iran ke kapal tanker komersial berbendera Panama, M/T Kiku, di Selat Hormuz pada Sabtu dini hari waktu AS. Kapal tersebut membawa lebih dari 2 juta barel minyak mentah. d7ef
AS menilai aksi itu sebagai pelanggaran gencatan senjata. “Iran diberi kesempatan untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata setelah serangan balasan AS sehari sebelumnya, tetapi malah memilih tidak melakukannya setelah serangan terbaru ke kapal komersial,” kata CENTCOM. d7ef
Sebagai respons, pesawat AS menyerang beberapa sasaran militer Iran pada 27 Juni, meliputi lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta situs radar pesisir. CENTCOM menyebut target lain yang disasar adalah infrastruktur surveilans militer, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan peletak ranjau. Setidaknya 10 target dilaporkan terkena serangan. d7eff0b9
Pernyataan Trump: Ultimatum Paling Keras.
Melalui akun Truth Social, Trump membenarkan serangan tersebut. “Pesawat AS baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pesisir, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulisnya. f0b9
Ia kemudian mengeluarkan ancaman yang menjadi sorotan dunia: “Ada kemungkinan mereka tidak akan pernah belajar! Bisa jadi akan tiba saatnya kami tidak lagi bisa bersikap wajar, dan terpaksa menyelesaikan pekerjaan yang sudah kami mulai dengan sangat sukses secara militer. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” f0b9
*Respons Iran dan Dampak Regional*
Garda Revolusi Iran IRGC menyatakan telah meluncurkan operasi rudal dan drone gabungan yang menyasar pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan. IRGC juga memperingatkan pangkalan AS di kawasan “akan mengalami neraka dalam beberapa hari ke depan”. d7efb9cd
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS yang menarget fasilitas surveilans pesisir dan menyebutnya pelanggaran hukum internasional. Sementara itu, Bahrain melaporkan serangan Iran merusak sebuah gedung hunian di Provinsi Muharraq, tanpa korban jiwa. Kuwait menyebut telah mencegat dua rudal balistik tanpa kerusakan atau korban. f0b9b491
Konteks Gencatan Senjata yang Rapuh.
Serangan terbaru ini memperburuk gencatan senjata yang disepakati pada April 2026 setelah perang dimulai 28 Februari. Sebelumnya, AS juga menyerang situs radar Iran di Goruk dan Pulau Qeshm setelah menembak jatuh empat drone Iran di Selat Hormuz. f9e48173
Trump menegaskan Selat Hormuz tetap dibuka untuk kapal komersial, meski Iran sempat mengancam akan menembak kapal yang melintas. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia. Editor: Rudiono.