𝐏𝐮𝐤𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐡𝐞𝐫𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐍𝐮𝐤𝐥𝐢𝐫 𝐈𝐬𝐫𝐚𝐞𝐥 𝐑𝐨𝐧𝐭𝐨𝐤 𝐝𝐚𝐧 ‘𝐒𝐢𝐧𝐠𝐚 𝐏𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐚𝐬𝐢𝐫’ 𝐒𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐦
Font Terkecil
Font Terbesar
𝐏𝐮𝐤𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐡𝐞𝐫𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐍𝐮𝐤𝐥𝐢𝐫 𝐈𝐬𝐫𝐚𝐞𝐥 𝐑𝐨𝐧𝐭𝐨𝐤 𝐝𝐚𝐧 ‘𝐒𝐢𝐧𝐠𝐚 𝐏𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐚𝐬𝐢𝐫’ 𝐒𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐦
SUARA BERSATU -Dunia kembali menyaksikan drama kemunafikan yang dipertontonkan di atas panggung Timur Tengah.
Setelah Israel dengan angkuh membombardir Lebanon melalui "Operasi Kegelapan Abadi" yang menargetkan warga sipil di Beirut, Iran akhirnya memberikan jawaban yang tidak sekadar kata-kata.
Fasilitas nuklir Israel—yang selama ini dianggap tak tersentuh dan dilindungi oleh perisai canggih—akhirnya merasakan panasnya rudal-rudal Teheran.
Namun, yang lebih menarik dari ledakan di fasilitas nuklir tersebut adalah "keheningan" yang memekakkan telinga dari para tetangga sebelah.
Wahabi-Salafi: Antara Fatwa dan Ketaatan pada Tuannya
Di saat Lebanon membara dan fasilitas nuklir zionis berguncang, di mana suara para pemegang otoritas "pemurnian agama" yang biasanya sangat vokal mengharamkan ini-itu.Ke mana perginya semangat al-wala wal-bara (loyalitas dan berlepas diri) yang sering mereka gembor-gemborkan.
Tampaknya, fatwa mereka hanya tajam jika berurusan dengan celana di atas mata kaki atau menyesat-nyesatkan sesama Muslim yang berbeda mazhab.
Begitu berhadapan dengan Israel dan Amerika, lidah mereka seolah kelu. Mereka lebih memilih sibuk menjaga kenyamanan takhta dan memastikan pasokan hiburan dari Barat tetap lancar di tanah suci, ketimbang membela martabat umat.
Inilah wajah asli "Salafi Politis"—singa di mimbar melawan saudara sendiri, namun menjadi domba penurut di depan meja diplomasi Washington.
Amerika & Israel: Pasangan Haram Pengacau Dunia
Amerika Serikat, sang "Polisi Dunia" yang tak pernah pensiun dari standar gandanya, kembali menunjukkan wajah aslinya.
Mereka merengek soal hak pertahanan diri Israel saat fasilitas nuklir zionis dihantam, namun bungkam seribu bahasa saat jet-jet Israel meratakan pemukiman di Lebanon.
Bagi Washington, darah rakyat Lebanon hanyalah statistik, sedangkan keamanan nuklir Israel adalah "wahyu" yang tak boleh diganggu gugat.
Mereka lupa bahwa Iran di tahun 2026 bukan lagi Iran yang bisa digertak dengan retorika usang.
Serangan balik ini adalah pesan jelas: Era di mana kalian bisa memukul tanpa dipukul balik sudah berakhir.
Kesimpulan: Siapa yang Benar-Benar Membela
Sejarah akan mencatat dengan tinta emas dan jelaga hitam. Ia mencatat siapa yang berani mengambil risiko demi melawan penindasan zionis, dan siapa yang hanya bisa duduk manis sembari menyesap kopi di bawah ketiak Paman Sam.
