BREAKING NEWS

Kembangkan Telur Bebek Jadi Telur Rempah, Pemprov Jateng Dorong Ketahanan Pangan dari Comal Pemalang





PEMALANG – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan ketahanan dan kemandirian pangan melalui optimalisasi potensi pangan lokal. Salah satunya dengan mengolah Telur Bebek menjadi produk bernilai tambah seperti Telur Asin Rempah dan Kerupuk Telur Asin.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Keanekaragaman dan Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Lusi, usai mengikuti Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal di Pendopo Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Selasa 8 September 2026.

“Guna meningkatkan ketersediaan pangan kita bahkan kemandirian pangan, kita perlu mengolah pangan kita sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap makanan impor,” ujar Lusi.
Menurutnya, ketahanan pangan berarti ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Sementara kemandirian pangan adalah bagaimana masyarakat mampu memproduksi sendiri.

“Pangan lokal itu tidak hanya karbohidrat. Ada juga protein, mineral, dan vitamin. Di Comal ini Sentral Telur Bebek dan wilayahnya banyak sumber protein. agar mengurangi masa kedaluwarsa.

Untuk memperpanjang umur simpan sekaligus meningkatkan nilai jual, Telur Bebek kemudian diolah menjadi Telur Asin. Inovasi dilanjutkan dengan menciptakan “Telur Asin Rempah” dengan tambahan Empon-Empon," jelasnya 

“Dengan mengelola menjadi telur asin, umurnya lebih panjang. Kita tingkatkan lagi menjadi telur asin rempah. Ada empon-empon dan bahan lain yang bisa kita gunakan. Ini untuk meningkatkan kualitas pangan dari telur biasa menjadi produk yang lebih sehat dan bernilai jual lebih tinggi,” kata Lusi.

Produk turunan lain yang dikembangkan adalah kerupuk telur asin. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi juga mengajak para perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan perannya dalam ketahanan pangan.

“Pesan kami kepada para perempuan, mari kita tingkatkan kapasitas kita. Karena perempuan sebagai tunggak keluarga. Kita penentu kualitas kesehatan keluarga,” tegasnya.

Ia menekankan perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga yang menyediakan pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman. Perempuan juga didorong untuk berusaha.

“Dengan berusaha ini kita bisa menambah pendapatan. Walaupun tidak utama seperti suami, tetapi kita bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” tambahnya.

Pelatihan di Kecamatan Comal ini menjadi salah satu upaya Pemprov Jateng untuk mendorong diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Diharapkan pelaku usaha telur di Comal dapat berkembang lebih baik dan berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan daerah.

Editor: Rudiono.