Warga Desa Paguyangan Gelar Ruwat Bumi, Arak Gunungan 6 RW dan Pentas Wayang Kulit
Font Terkecil
Font Terbesar
BANTARBOLANG– Warga Desa Paguyangan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang menggelar tradisi Ruwat Bumi atau Sedekah Bumi di Lapangan Sepak Bola Desa Paguyangan, pada Rabu (8/7/2026).
Acara ini dirangkai dengan Kirab Gunungan dari 6 RW, ziarah ke makam leluhur, dan pentas Wayang Kulit semalam suntuk.
Kegiatan tersebut sukses dilaksanakan berkat swadaya masyarakat dan kerja keras panitia penyelenggara.
“Ruwat Bumi ini bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi selama satu tahun. Ditopang anggaran swadaya warga dan kerja keras panitia, alhamdulillah acara berjalan lancar,” kata Kasdono dalam wawancara dengan Suara Bersatu.
Rangkaian acara dimulai dengan arak-arakan gunungan yang diikuti perwakilan dari 6 RW se-Desa Paguyangan. Gunungan berisi hasil bumi kemudian dilombakan.
Selain itu, pada hari Selasa kemarin warga juga menggelar ziarah ke makam leluhur. Ada 3 makam yang dikunjungi bersama para sesepuh desa, yaitu Makam Mbah Randugunting, Mbah Putri Damar Ulan, dan Mbah Pesawahan atau Mbah Jumar. Ketiga makam tersebut berada di tiga dukuh berbeda di wilayah Desa Paguyangan.
Puncak acara ditutup dengan pertunjukan wayang kulit oleh dalang kondang asal Banyumas, Ki Bayu Aji.
Kasdono berharap tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda.
“Dengan nguri-nguri tradisi, mudah-mudahan tahun depan bisa berlangsung lagi dan semakin meriah,” ujarnya.( Red )
---
*