BREAKING NEWS

Ketegangan Iran-AS Meningkat, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia



foto unggahan Fesbook Kamis 11 Juni 2026

TEHERAN  – Situasi di Timur Tengah kembali memanas menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Fokus perhatian tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama distribusi energi global.

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan keras sebagai respons atas serangan udara yang diklaim dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran. Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengatakan, setiap tindakan yang mengganggu keamanan Selat Hormuz akan mendapat balasan.

"Apakah Anda akan membuat Selat Hormuz yang sakral menjadi tidak aman? Kami akan mengubah seluruh kawasan menjadi neraka bagi Anda dari penjuru Iran," kata Mousavi.

Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Militer Iran sebelumnya mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi semua kapal. Pihak Iran memperingatkan bahwa kapal yang tetap melintas dapat menjadi sasaran serangan. 

Pernyataan ini memicu kekhawatiran pasar energi global. Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi dan memicu kenaikan harga.

AS Bantah Penutupan Total

Pihak Amerika Serikat membantah klaim bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya tertutup. Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan aktivitas pelayaran kapal komersial masih berlangsung di kawasan tersebut.

Washington menyebut serangan terhadap Iran sebagai tindakan bela diri untuk melindungi pasukan Amerika dan kapal komersial di kawasan. Sementara Iran menilai serangan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

Dunia Waspada Dampak Ekonomi

Ketegangan kedua negara kini menjadi perhatian komunitas internasional. Konflik di kawasan Teluk dinilai dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi, keamanan, dan pasokan energi global.

Analis energi memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat menyebabkan kenaikan harga minyak dan mengganggu rantai pasok internasional. Beberapa negara importir energi besar telah mulai memantau perkembangan situasi secara intensif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari kedua belah pihak terkait langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Sumber Informasi
1. Pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Iran, Juni 2026.
2. Pernyataan Komando Pusat AS, Juni 2026.
3. Laporan media internasional terkait situasi Selat Hormuz, Juni 2026.