Longsor di Desa Jojogan menelan Korban Jiwa
Font Terkecil
Font Terbesar
PEMALANG - Kabar duka kembali menyelimuti Tanah di Kabupaten Pemalang. Belum kering Tanah makam dan belum hilang rasa trauma akibat longsor di Desa Bongas pada akhir Januari lalu, kini Tangis pilu kembali pecah di Kecamatan Watukumpul, Pemalang
Alam seolah -olah sedang tidak bersahabat lagi, mengirimkan luka mendalam yang tak terlukiskan bagi sebuah keluarga kecil di Desa Jojogan. Pada senja kelabu di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul Jumat sore (6/2/2026)
Saat Hujan turun begitu deras membasahi Bumi Pemalang Selatan, maut mengintai di balik rimbunnya perbukitan, di dalam sebuah rumah sederhana RT 004/RW 001, Yuliati (37) sedang bersama putri kecilnya, Kiki Puji Yuliani yang baru menginjak usia 9 tahun.
Tidak ada yang menyangka bahwa pukul 16.30 WIB akan menjadi detik-detik terakhir kebersamaan mereka dalam kehangatan rumah.
Tanpa peringatan, Tebing di belakang rumah mereka runtuh, membawa material tanah yang seketika mengubur tawa dan masa depan di bawah reruntuhan.
Perpisahan abadi Ibu dan anak membawa
duka yang paling menyayat hati terjadi saat evakuasi berlangsung. Sang ibu, Yuliati, harus menahan perih luar biasa akibat Patah Tulang yang dideritanya.
Namun, rasa sakit di tubuhnya tak sebanding dengan kenyataan pahit yang harus ia hadapi.
Putri tercintanya, Kiki, sempat dilarikan ke Puskesmas Watukumpul dengan harapan masih ada mukjizat.
Namun takdir berkata lain:
Kiki Puji Yuliani (9) mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju puskesmas.
Gadis kecil itu pergi selamanya sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis, meninggalkan ayahnya, Puji Purwanto, dalam kehancuran hati yang mendalam.
Sisa Reruntuhan dan Mimpi yang Terkubur, Kini rumah yang dulu penuh cerita itu hanya menyisakan puing dan tanah merah.
Kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp130 juta mungkin bisa dicari kembali, namun nyawa sang buah hati tak akan pernah bisa tergantikan.
Jalan raya Watukumpul-Cikadu yang tertutup longsor seolah menjadi saksi bisu betapa mencekamnya sore itu.
Hanya dalam sekejap, pelukan seorang ibu terlepas oleh dinginnya Tanah Longsor.
Sebuah kehilangan yang meninggalkan luka permanen dihati keluarga yang ditinggalkan."
Sumber: Media Sosial
