Peringatan Hari Guru Nasional : Meneladani Semangat Guru dalam Mengajar
Font Terkecil
Font Terbesar
PEMALANG- Upaya peningkatkan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa.
Peringatan ini juga bertujuan untuk meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat, Hal tersebut disampaikan Humas SMP N 2 Ampelgading Junaidi saat wawancara dengan Suara Bersatu.com di ruang kerjanya, Sabtu ( 1 /11 ).
Menurutnya, Hari Guru Nasional ( HGN ) juga bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Kata Junaidi, saya sebagai guru sangat mendukung sepenuhnya moment Hari Guru Nasional, dalam sejarah mencatat bahwa sejak 25 November 1945, guru ikut berjuang, bentuk perjuangannya guru tidak hanya mendidik anak -anak saja, tetapi pada saat itu guru ikut berjuang secara fisik dalam mengusir penjajahan, ungkapnya.
Kami berharap pada pemerintah sekarang memperhatikan terhadap nasib guru, perhatian itu tidak hanya sejahterannya saja tapi perlu adanya perlindungan terhadap guru, juga apresiasi, bukan bentuk materi, non materi itu sangat perlu dibutuhkan seperti perlindungan terhadap guru terkait rasa nyaman ketika mereka mengajar di kelas," tuturnya.
Lanjutnya, dalam Hari Guru Nasional ( HGN ) biasanya di Kecamatan Ampelgading, identik dengan upacara, biasanya kegiatan tahun lalu berlokasi SD N 1 Karangtengah, ada juga kegiatan Jalan Sehat moment itu pas pada 25 November.
Dia menilai, kalau guru tantangan lebih berat, kami mendidik anak -anak jaman sekarang lahir sudah ada teknologi digital seperti HP, Media Sosial. Beratnya adalah kami sebagai seorang guru perlu memahami mereka, karena anak -anak banyak yang menggunakan media sosial,.
Dengan adanya teknologi komunikasi seperti sekarang banyak perubahan perilaku, semasa saya belajar dulu kita ketergantungan buku, juga kita belajar melalui guru sebagai panutannya, ada rasa menghormati ketika saya dulu, tetapi murid -murid sekarang tidak mungkin sumber belajarnya bukan hanya dengan guru, juga bisa dengan media sosial jadi rasa hormat -menghormati murid -murid terhadap guru berkurang.
Kami berpesan kepada anak -anak sekarang agar lebih menghormati terhadap guru, juga adanya Sopan Santun, juga berharap penting sekali menghargai dan rasa kepedulian terhadap sesama, " pungkasnya.
Editor : Rudiono