Wagub Taj Yasin: Guru Dituntut Jelaskan Mana Benar dan Mana Salah
0 menit baca
SUARA BERSATU SEMARANG - Dunia pendidikan saat ini berada pada arus besar perubahan dengan adanya akselerasi digitalisasi. Melalui perkembangan Artificial Intellegence (AI), teknologi bukan saja sebagai pelengkap, namun menjadi bagian yang penting dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya, guru dituntut untuk jeli saat memanfaatkan penggunaan AI.
Hal itu dikatakan Wagub Jateng Taj Yasin Meimoen (Gus Yasin), saat memberikan arahan dan membuka acara Bakti Telkomsel untuk Negeri : Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran untuk Menunjang Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial dan launching roadshow Pelatihan Guru se- Jateng Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia Jawa Tengah di Aula Lantai 8 PT Telkom Regional Jateng - DIY, Jalan Pahlawan No 10 Semarang, Rabu (27/8).
"AI membantu kita, tetapi guru harus bisa mengajarkan kepada siswa agar bisa membedakan yang benar dan yang tidak benar," katanya.
Disampaikan Wagub, dengan berkembangnya AI, guru dituntut untuk meluruskan hal yang benar, sehingga terbentuk opini yang menggiring kepada kebenaran yang dapat dicerna AI. Diharapkan, guru sekolah di Indonesia berperan aktif dalam meluruskan hal-hal yang benar. Karena, dunia pendidikan menuntut untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi.
"Pembelajaran sekarang melalui digital tidak bisa dipisahkan dan kita lepaskan, kita harus mengikuti dan kawal anak-anak kita yang saat ini menggunakan gadget dengan cara online," ujar Wagub.
Cara bersosialisasi anak-anak saat ini, kata Wagub, lebih memanfaatkan gadget dengan cara online. Sehingga tidak selalu dapat diketahui pengaruhnya terhadap orang lain karena tidak bertemu muka.
"Dalam sosialisasi itu, tidak dapat diketahui apakah menyakiti orang, berdampak negatif atau tidak karena terjadi di belakang layar. Guru berperan memberikan pengajaran sejak dini kepada anak bahwa teknologi tidak bisa dibenarkan seratus persen. Makanya sekarang ada istilah, benar sekarang itu bisa dibenarkan tapi belum tentu benar," tandasnya.
Wagub mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Telkom yang mengajarkan kepada guru mengenai kecerdasan buatan. Terlebih saat ini teknologi tersebut masih banyak disalahgunakan. "Terima kasih kepada Telkomsel yang memfasilitasi kegiatan untuk guru, sehingga membantu para guru dapat memutuskan perkara mana yang benar mana yang tidak benar," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum IGI Danang Hidayatullah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru yang bermuara pada meningkatnya kualitas siswa.
Sedangkan GM Consumer Business Region Jawa Tengah & DIY Telkomsel Gamada mengatakan, teknologi AI bukan untuk mengurangi peran guru akan tetapi merupakan alat untuk memperluas akses, kolaborasi denhan peserta didik, serta menciptakan kelas yang interaktif. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sepuluh wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Editor : Rudiono