BREAKING NEWS

Ibu sebagai Madrasah Ula: Pondasi Utama Peradaban



Oleh : Susilo Hadi Prayitno , S.Pd., M.S.I

SUARA BERSATU PEMALANG- Istilah yang sering muncul dalam budaya jawa bahwa perempuan disebut sebagai "konco dapur" dalam tradisi Jawa sering diasosiasikan dengan peran perempuan yang berada dibalik layar.

Ungkapan ini tidak selalu bermakna merendahkan, tetapi bisa juga dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan sekitar. Hal ini merujuk pada peran perempuan sebagai teman di dalam rumah tangga, atau dalam konteks yang lebih luas, sebagai pendamping yang setia dan dapat diandalkan dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah.

Sebenarnya peran perempuan dalam Islam lebih luas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pertama, peran perempuan sebagai hamba Allah. Hal ini tertuang dalam firman Allah,

  “Dan tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (Q.S. Adz-Dzarirat ayat 56).” 

Tugas perempuan sebagai hamba Allah adalah untuk beribadah, melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya.

Kedua, peran perempuan sebagai istri. Saatnya setelah menginjak dewasa, perempuan akan menikah. Menikah ini juga mengikuti sunnah Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Nikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka bukan termasuk golonganku”.

Pernikahan dalam Islam memiliki banyak manfaat, antara lain menjaga diri dari perbuatan zina, menjaga pandangan, memperkuat iman, dan melanjutkan keturunan.

Dalam pernikahan, interaksi antara suami dan istri sangat penting. Ketika seorang perempuan hamil, ia harus menjaga kondisi fisik dan mentalnya. Asupan nutrisi yang baik serta suasana batin yang tenang sangat memengaruhi kesehatan janin. Oleh karena itu, kedua calon orang tua harus saling memahami dan mencurahkan kasih sayang. Harapannya, akan lahir keturunan yang shalih dan shalihah, yang menjadi qurrata a’yun (penyejuk mata) bagi kedua orang tuanya.

Ketiga, peran perempuan sebagai ibu. Status seseorang setelah melahirkan adalah menjadi seorang ibu, yang tugasnya sangat kompleks di antaranya: menyusui, memberi makan dengan makanan yang bergizi, mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, dan penuh perhatian.

Ketika anak usia 2 sampai 5 tahun, bahkan sejak dalam kandungan, yang dikenal dengan "Golden Age" adalah periode krusial dalam kehidupan anak. Periode ini anak mengalami perkembangan fisik, kognitif, dan emosional yang sangat pesat dalam membentuk fondasi masa depan.

Pada masa ini, otak anak berkembang secara luar biasa, saat-saat inilah diperlukan stimulasi yang tepat dari nutrisi, lingkungan, dan interaksi sangat penting untuk mencapai potensi maksimal. Oleh karena itu, seorang ibu harus benar-benar memperhatikan perkembangan anak yang sangat membutuhkan perhatian.

Dalam hal ini, peran ibu sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya sangatlah vital. 

Sesuai dengan ungkapan terkenal penyair Arab, Hafiz Ibrahim, yang berbunyi: “Ibu adalah madrasah (sekolah), jika engkau mempersiapkannya dengan baik, maka engkau telah menyiapkan bangsa yang mulia.”

Ungkapan ini menunjukkan bahwa peran ibu tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga, tetapi juga sangat menentukan masa depan suatu bangsa. Ibu bertanggung jawab mendidik anak-anaknya, memberikan teladan yang baik dalam perkataan, sikap, dan perilaku. Seorang ibu juga berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini.

Keempat, peran perempuan sebagai anggota masyarakat. Perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam memajukan lingkungan sekitarnya, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, hukum, kesehatan, lingkungan, dan berbagai sektor lainnya. Partisipasi aktif perempuan dalam ruang publik adalah wujud dari Islam berkemajuan yang memandang perempuan sebagai mitra setara dalam membangun peradaban.

Jelaslah bahwa peran perempuan, khususnya seorang ibu, jauh melampaui sekat-sekat domestik. Ia adalah arsitek peradaban, yang mengukir karakter generasi, dan penjaga nilai-nilai luhur bang
sa. Sebab, di tangan seorang ibulah masa depan bangsa ini dipertaruhkan.

Mari kita memperkuat peran ibu, memberdayakannya dengan ilmu dan kasih sayang, karena setiap langkahnya adalah investasi berharga untuk mewujudkan peradaban yang madani.

Penulis : Rudiono 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image