Sosialisasi Tes Perangkat Desa Sukodono Ricuh, Warga Tolak Lokasi Ujian di Luar Jateng
Font Terkecil
Font Terbesar
Demak – Sosialisasi pelaksanaan tes Calon Perangkat Desa Sukodono, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, berlangsung ricuh pada [hari/tanggal]. Kericuhan pecah saat sejumlah warga dan calon peserta menolak rencana tes yang akan digelar di perguruan tinggi di luar Jawa Tengah.
Sosialisasi yang digelar di aula Balai Desa Sukodono diwarnai ketegangan hingga nyaris berujung adu pukul. Penolakan muncul karena panitia merencanakan pelaksanaan ujian di sebuah perguruan tinggi di Cirebon, Jawa Barat.
Warga menilai keputusan itu tidak efisien dan memberatkan peserta.
“Tidak efisien dan sangat memberatkan peserta. Masalah keselamatan perjalanan jauh, belum lagi biaya ke sana,” ujar Abu, salah seorang warga yang hadir.
Menurut warga, tidak ada alasan kuat memilih Cirebon sebagai lokasi tes. Mereka menilai banyak perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki kualitas baik untuk menyelenggarakan ujian perangkat desa.
“Kenapa harus di Cirebon? Banyak kok perguruan tinggi di Jawa Tengah yang bagus. Misalnya Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Di sana memiliki _track record_ bagus dan lengkap dengan laboratoriumnya. Ini kenapa tidak dipilih panitia?” lanjut Abu.
Warga berharap pemerintah dan panitia pemilihan perangkat desa segera mengevaluasi tahapan pelaksanaan.
“Kami berharap panitia segera melakukan evaluasi untuk tahapan selanjutnya. Jangan membebani masyarakat,” tegasnya.
Dari data yang disampaikan, sosialisasi tersebut dihadiri 10 calon peserta. Dari jumlah itu, 6 orang menyatakan menolak jika tes dilaksanakan di Cirebon.
Hingga berita ini diturunkan, panitia belum memberikan keterangan resmi terkait lokasi final pelaksanaan tes.( Red )