BREAKING NEWS

Pilih Kades Jangan Cuma “Terserah”


Pilih Kades Jangan Cuma “Terserah”

Pemalang– Kalimat “terserah siapa yang mau jadi kades” sering terdengar saat Pilkades tiba. Sikap apatis itu berbanding terbalik dengan protes yang muncul ketika kepala desa terpilih dianggap tidak bekerja.

Padahal, kepala desa bukan sekadar penanda tangan dokumen. Ia memegang arah pemerintahan desa, pembangunan, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi warga.

Masa jabatan kepala desa kini 8 tahun. Dalam waktu itu, sebuah desa bisa berubah pesat atau justru stagnan. Keputusan memilih pemimpin desa karena pertemanan, tekanan, atau ikut-ikutan tanpa melihat rekam jejak dan gagasan, berisiko menjadi penyesalan panjang.

Warga perlu menilai calon dari rekam jejak, kemampuan menyelesaikan masalah, dan program nyata yang ditawarkan. Janji kampanye bisa terdengar manis, tapi yang dibutuhkan desa adalah kerja nyata.

Pilihan pada hari pemungutan suara akan menentukan arah desa selama 8 tahun ke depan.

---

2. Versi Singkat - 120 kata buat kolom opini/IG caption
Memilih kepala desa bukan formalitas. Kalimat “terserah siapa yang mau jadi kades” sering muncul, tapi keluhan justru ramai saat kinerja kepala desa dinilai kurang.

Kepala desa memegang arah pembangunan, pelayanan, dan ekonomi desa selama 8 tahun. Waktu yang panjang untuk membuat desa maju atau tertinggal.

Maka warga perlu selektif. Lihat rekam jejak, cara menyelesaikan masalah, dan gagasan nyata calon. Jangan pilih karena kedekatan, tekanan, atau ikut suara mayoritas tanpa pertimbangan.

Janji kampanye bisa manis, tapi desa butuh kerja nyata. Pilihan hari ini menentukan cerita baik atau keluhan bertahun-tahun ke depan. ( RUDIONO)