Kapal Bantuan Global Sumud Fleet Diserang di Laut Internasional, 321 Aktivis Ditahan Israel
Font Terkecil
Font Terbesar
LAUT TENGAH – Armada sipil Global Sumud Fleet yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza diserang kapal perang dan perahu serbu Israel di perairan internasional dekat Siprus pada 19 Mei 2026. Akibat insiden itu, 321 aktivis ditangkap dan dibawa paksa ke Israel.
Kontak dengan 39 kapal dalam konvoi dilaporkan terputus total saat kejadian berlangsung. Dari 321 aktivis yang ditahan, 66 di antaranya merupakan warga negara Turki. Mereka dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam tindakan tersebut. Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut serangan itu sebagai tindakan badak sas yang melanggar hukum laut internasional dan menuntut pembebasan segera tanpa syarat.
Meski diserang, sebagian kapal dalam armada tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza. Posisi konvoi saat ini masih sekitar 300 km dari tujuan.
Global Sumud Fleet merupakan koalisi organisasi sipil internasional yang mengorganisasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut.
*Respons internasional*
Peristiwa ini memicu sorotan terhadap perlindungan konvoi sipil di perairan internasional.
“Serangan terhadap kapal bantuan sipil di laut internasional — menurut kamu, dunia bisa berbuat apa untuk menghentikan ini?” demikian pernyataan yang beredar di kalangan aktivis menyusul insiden tersebut.
Editor: Rudiono.