Israel Hadapi Kekurangan 15.000 Prajurit, Sistem "Tentara Rakyat" Dinilai Melemah
Font Terkecil
Font Terbesar
TEL AVIV – Surat kabar Israel _Maariv_ melaporkan kekhawatiran di kalangan militer dan politik Israel terkait kekurangan prajurit yang dinilai semakin parah akibat perang di berbagai front sejak Oktober 2023.
Menurut laporan yang diterbitkan 17 Mei 2026, tekanan terhadap pasukan cadangan meningkat sementara minat warga untuk mengikuti wajib militer menurun. Laporan juga menyoroti berlanjutnya persoalan rekrutmen terkait pengecualian bagi kelompok Yahudi ultra-Ortodoks Haredi.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir dalam laporan terbaru Mei 2026 memperkirakan kekurangan prajurit mencapai 15.000 orang. Angka tersebut disebut sebagai tingkat kekurangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dinilai dapat memengaruhi kemampuan operasional militer.
Laporan _Maariv_ menyebut militer Israel mulai membuka rekrutmen bagi personel militer asing sebagai langkah darurat untuk mengisi kekurangan tersebut. Langkah ini disebut sebagai pengakuan bahwa sistem militer tradisional Israel menghadapi beban berat akibat konflik yang berlangsung panjang.
Sumber: Maariv.