Israel Lakukan Serangan Udara di Lebanon
Font Terkecil
Font Terbesar
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup kelompok Hizbullah di Lebanon.
Militer Israel (IDF) menyebut gempuran terkini ke Lebanon sebagai gelombang serangan udara terbesar ke negara itu. IDF mengklaim telah menyerang lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah dalam waktu 10 menit.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 182 orang meninggal dunia dan 890 orang luka-luka.
Jumlah itu menambah daftar korban meninggal sejak Israel melancarkan serangan ke Lebanon, enam pekan lalu. Sebelumnya, sebanyak 1.700 orang meninggal dunia, termasuk 130 anak-anak, di negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan menyampaikan "respons yang menimbulkan penyesalan" jika serangan terhadap Lebanon tidak segera dihentikan, demikian dilaporkan lembaga penyiaran negara Iran, IRIB.
