Dekopinda Kota Pekalongan Tancap Gas, Siapkan Strategi Cegah Gagal Bayar Koperasi
Font Terkecil
Font Terbesar
Dekopinda Kota Pekalongan Tancap Gas, Siapkan Strategi Cegah Gagal Bayar Koperasi
PEKALONGAN - Setelah dilantik masa bakti 2026–2030, jajaran Pengurus Dekopinda Kota Pekalongan bergegas menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola koperasi sekaligus mencegah terulangnya permasalahan gagal bayar yang selama ini meresahkan masyarakat.
Ketua Dekopinda Kota Pekalongan , H. Basir menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh, melibatkan unsur penasehat, pakar, hingga berbagai lembaga terkait.
“Kami akan merapatkan seluruh elemen agar Dekopinda benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat serta 183 koperasi yang ada di Kota Pekalongan,” ungkapnya.
Satu diantaranya program unggulan yang akan dijalankan adalah “Ngaji Koperasi”, sebuah forum edukasi dan diskusi yang digelar setiap 2 bulan sekali. Program ini telah langsung dimulai pasca pelantikan dengan menghadirkan M. Andy Arslan Djunaid sebagai narasumber utama.
Melalui program ini, berbagai persoalan koperasi dapat dideteksi lebih dini dan dikonsultasikan bersama, sehingga solusi dapat ditemukan sebelum masalah berkembang menjadi krisis.
“Selama ini sering muncul kasus mendadak, terutama saat Lebaran, koperasi tidak mampu membayar simpanan anggota. Ke depan, melalui forum ini kita bisa melakukan antisipasi lebih awal agar tidak terjadi gagal bayar lagi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, lembaga pendidikan, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk menciptakan sistem pengawasan dan pembinaan yang lebih terintegrasi.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pekalongan yang menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat.
Dengan pendekatan tersebut, Dekopinda optimistis koperasi di Kota Pekalongan dapat tumbuh lebih sehat, transparan, dan berdaya saing, sekaligus benar-benar menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat (Red)