Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah: Akselerasi Dakwah Digital Melalui Pemanfaatan AI
Font Terkecil
Font Terbesar
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah: Akselerasi Dakwah Digital Melalui Pemanfaatan AI
SEMARANG – Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jawa Tengah resmi membuka kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah.
Kegiatan yang diikuti oleh unsur Majelis Pustaka dan Informasi, para jurnalis Pimpinan daerah muhammadiyah dari seluruh Jawa Tengah ini mengusung tema “Akselerasi Dakwah Digital: Transformasi Penulisan Berbasis Artificial Intelligence (AI)”.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Muhammadiyah dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi informasi. Di tengah derasnya arus konten digital di ruang publik, Muhammadiyah memandang perlu membekali kader dengan kemampuan memanfaatkan teknologi agar pesan dakwah tetap relevan dan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Bukan Menggantikan, tetapi Menguatkan
Ketua MPI PWM Jawa Tengah menegaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu (tool) untuk meningkatkan efisiensi dan kreativitas dalam penulisan.
“AI adalah realitas masa kini. Kita tidak boleh antipati terhadap teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkannya untuk kepentingan dakwah. Pesantren Jurnalistik ini hadir agar kader Muhammadiyah mampu memproduksi konten yang cepat, akurat, dan tetap memegang teguh etika jurnalistik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Poin Utama Pelatihan
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan praktis, antara lain:
1.Prompt Engineering untuk Konten Dakwah – teknik memberikan instruksi kepada AI agar menghasilkan draf tulisan yang selaras dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
2.Optimalisasi SEO (Search Engine Optimization) – pemanfaatan alat digital agar artikel dakwah mudah ditemukan dan muncul di halaman utama mesin pencari.
3.Etika dan Verifikasi Informasi – pentingnya melakukan fact-checking terhadap data yang dihasilkan AI guna menghindari penyebaran hoaks.
4.Transformasi Teks ke Multimedia – mengubah narasi tulisan menjadi skrip video pendek untuk platform media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels.
5.Menuju Ekosistem Digital Berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk jaringan jurnalis Muhammadiyah yang solid di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan dukungan teknologi AI, produksi berita kegiatan persyarikatan dan konten dakwah yang menyejukkan dapat dilakukan lebih cepat dengan jangkauan yang lebih luas.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah Jawa Tengah sebagai pionir dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar di ruang siber.
Penulis.: Suliso
