Pemalang Kuatkan Kapasitas Relawan Bencana
Font Terkecil
Font Terbesar
PEMALANG - Wakil Bupati Pemalang Nurkholes membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pemalang di ruang pertemuan The Winner Premier, Rabu (19/11/2025).
Dalam sambutannya Wakil Bupati Pemalang Nurkholes menuturkan bahwa berdasarkan data dan informasi bencana Indonesia, BNPB serta BPBD Kabupaten Pemalang di tahun 2024, rentang tahun 2013 sampai 2023 di Kabupaten Pemalang ini didominasi bencana itu dari hidrometeorologi, hidrometeorologi dengan jumlah 1.161 kejadian meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrim, kekeringan, gelombang ekstrim, abrasi, kebakaran, hutan, dan erosi.
Sementara berdasarkan data indeks risiko bencana Indonesia tahun 2025 yang diterbitkan oleh BNPB Kabupaten Pemalang, memiliki skor 105.46 dan berada pada kategori risiko sedang.
“Secara sederhana saja bagaimana cara pola pikir kita tentang menangani bencana di Pemalang, bahwa penanganan bencana ini tidak hanya pada satu pihak, tapi harus mendapatkan semua unsur,” turur Nurkholes.
Dalam kesempatan itu Nurkholes juga memaparkan berdasarkan letak geografi Pemalang yang punya pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah. Kondisi geografi tersebut menurut Wakil Bupati berpotensi mengakibatkan bencana alam seperti longsor dan banjir yang biasanya sering terjadi pada saat musim hujan.
Guna mengantisipasi bencana tersebut maka Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui BPBD telah menempatkan alat-alat deteksi bencana, seperti EWS (Early Warning System) atau Sistem Peringatan Dini yang sudah ditempatkan di sejumlah titik, namun yang menjadi perhatian, apakah alat itu masih berfungsi atau tidak, ini yang perlu diperhatikan.
“Kalau memang alat itu tidak berfungsi, ya sudah kita anggarkan saja kalau kita ingin menyelamatkan umat yang lebih banyak, tentunya apapun risikonya, ini pembiayaan harus diutamakan dan kami akan selalu menggunakan APBD ini benar-benar untuk kemasyarakatan,” tegas Nurkholes.
Untuk itu pihaknya berharap para relawan ini mengedukasi kepada masyarakat yang masih belum paham cara untuk bisa mengurangi dampak bencana itu.
“Kita kasih pengertian gambaran ini artinya bahwa persoalan ini bukan hanya persoalan sekarang tetapi dari dulu, perbedaannya sekarang sudah ada teknologi inilah teknologi ini yang harus dimanfaatkan,” tambah Nurkholes.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang tersebut diikuti oleh 81 peserta terdiri dari anggota BPBD, BPJS Kesehatan, relawan rescue dan relawan dari unsur lainnya.
Editor : Rudiono.